Alasan Mengapa Tak Bertaruh Pada Tim Favorit di Sports Betting

Dalam sports betting, memang tak bisa dipisahkan dari favoritism. Terutama untuk jenis olahraga seperti sepak bola, basket, baseball, dan lain-lain. Jenis olahraga ini memiliki fans tersendiri yang mayoritas juga bertaruh pada tim favorite mereka. Padahal kesalahan terbesar dalam sebuah sports betting, adalah bertaruh pada tim favorit atau kesukaan sendiri.

Apa yang buruk dari bertaruh pada tim favorite? Bettor pasti merasakan kesenangan tersendiri ketika tim favorit meraih kemenangan di sebuah pertandingan. Di saat yang sama, mereka juga akan bisa mendapatkan keuntungan dari sports betting. Bukan kah begitu? Terlebih untuk tim favorite, bettor seharusnya sudah mengenali statistik hingga bagaimana kemungkinan menang dari sebuah tim. Sehingga akan lebih mudah menentukan tim mana yang ingin mereka pertaruhkan.

Lalu, apa yang menjadi alasan bagi bettor judi bola untuk tak bertaruh pada tim favorit?

Dari skenario di atas, memang bettor sebagai fans memiliki keuntungan ketika tim favorit bertanding. Salah satunya mereka mengenali dengan pasti statistik dari tim tersebut. Bahkan bila mungkin, mengetahui dengan baik kondisi tim hingga pemain yang akan turun ke lapangan. Adanya familiaritas pada tim ini saja sudah menjadi keuntungan tersendiri untuk bettor.

Namun hal itu hanya bertaruh bila tim favorit berada dalam keadaan yang postif. Jika sebaliknya, bettor sebaiknya tidak menempatkan favoritism dan bertaruh pada tim lawan yang memiliki kemungkinan menang lebih tinggi.

Pada banyak tips untuk bermain sports betting, sering disebutkan bahwa bertaruh sebaiknya menggunakan akal sehat. Bukan hati. Ketika bettor menempatkan tim favorit mereka di atas papan taruhan, maka favoritism ini harus hilang sepenuhnya. Bettor tak bisa melihat statistik dengan pola pandang seorang fans, yang tentunya menginginkan tim yang mereka dukung menang. Bettor sebaiknya melihat statistik dan mempertimbangkan kemenangan sebuah tim dari apa yang nampak secara nyata di atas kertas.

Keadaan ini tentu saja tidak mudah. Sering kali bettor akan merasa tim yang mereka dukung akan menang. Sehingga bertaruh untuk tim tersebut. Padahal secara akal sehat, tim mereka justru memiliki peluang kalah lebih besar. Jadi inilah mengapa, sebaiknya tak menggunakan favoritism pada sports betting.